SUNGGUH KITA BERHUTANG BESAR KEPADA ORANG ISLAM ( Prof Lawrence E Yoseph )
Prof Lawrence E Yoseph : SUNGGUH KITA BERHUTANG BESAR KEPADA ORANG ISLAM
GARAM TIDAK BOLEH DI MASAK Share untuk para wanita yang biasa masak di dapur (Bila Anda pria tolong diteruskan ke wanita sekitar Anda)
Kebanyakan cara kita menggunakan garam ketika memasak yaitu memasukkan garam ke dalam masakan ketika masakan sedang MENDIDIH/PANAS.
Hal tersebut akan menyebabkan garam menjadi RACUN/TOKSIN.
Jika garam dimasak dengan cara di atas, garam akan menyebabkannya BER-ACID dan lambat laun akan MEMBAHAYAKAN kesehatan serta mengundang berbagai penyakit, selain itu kandungan YODIUM pada garam akan hilang.
CARA YANG BENAR PENGGUNAAN GARAM :
Masaklah makanan yang ingin dimasak hingga selesai.
Contohnya: Sayur
Masukkan garam dalam masakan APABILA airnya sudah berangsur hangat.
- Masak makanan tanpa garam!
- Selagi makan, sediakan semangkuk garam dan taburkan di atas makanan yang ingin dimakan sesuai selera masing2.
GARAM ADALAH MINERAL
Berbagai penyakit yang disinyalir timbul akibat garam seperti gejala jantung dan tekanan darah tinggi ADALAH akibat dari menggunakan garam yang SALAH.
Garam adalah MINERAL yang dibutuhkan tubuh.
Jika digunakan dengan BENAR garam banyak manfaatnya,
antara lain adalah:
Mengobati LEBIH dari 70 penyakit mendadak.
JANGAN TERLALU BANYAK MAKAN GARAM!!!
Walau banyak manfaatnya dan sekaligus menjadi obat,
jika dikonsumsi secara berlebihan garam akan menjadi tidak baik. Buktikan yang berikut ini:
1. Ambil air segelas.
Kemudian tetesi dengan darah segar (manusia) maka air akan jadi merah karena darah tercampur rata tanpa diaduk.
Kesimpulan air putih baik untuk tubuh/darah kita.
2. Gelas diisi air garam,
Ditetesi darah segar, diaduk, tetap tidak tercampur dengan rata/baik, terlihat darah menggumpal kecil-kecil dan kental.
Kesimpulan, terlalu banyak garam, darah jadi kental dan menyebabkan penyumbatan pada pembuuh darah.
Jantung harus bekerja lebih keras memompanya dan engakibatkan darah tinggi dan bisa stroke dan banyak penyakit lainnya.
3. Gelas diisi alcohol,
Ditetesi darah. Langsung bercampur, tapi lama2 darah berubah warna jadi coklat. Berarti darahnya rusak.
Kesimpulan: banyak alkoholis meninggal karena minum terlalu banyak alcohol, apalagi dioplos biar murah.
Info ini tolong disebarkan ke banyak wanita sebagai kepedulian kita terhadap sesama, baik ibu, istri, anak putri kita, maupun teman wanita yang sering memasak di dapur.
Bagikan agar ini menjadi perhatian mereka ketika menggunakan garam saat memasak.
Semoga bermanfaat
Silahkan share...
Jangankan menghindarinya, menundanya barang sedetikpun manusia tak berdaya. Firman Allah :كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِTiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.( QS.Ali Imran :185 )
“Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Jumu’ah: 8).Kematian adalah suatu kepastian, seperti halnya pergantian siang dan malam
Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)".( QS. Ali Imran:27 )
Sehingga kematian tidaklah pantas untuk ditakuti. Adanya kematian bukanlah akhir dari kehidupan , namun menjadi pintu untuk kehidupan selanjutnya bagi yang meninggal dan nasihat bagi kita yang masih hidup . Nasihat agar lebih menghargai kehidupan. Untuk menyadari bahwa suatu saat yang entah kapan kita akan dipanggil mempertanggungjawabkan segala perbuatan selama hidup yang diberi peran dan tanggung jawab untuk mengabdi kepada Allah dan menjadi khalifah dimuka bumi.Allah berfirman:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَ الِانْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku(Q.S. Adz-Dzariyat 56)”
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui". ( QS.AlBaqarah:30)
وَالْعَصْرِ -١- إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ -٢- إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ -٣-
“Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.”
(Al-Ashr 1-3)
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللهَ إِنَّ اللهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
(Al-Hasyr: 18)Semoga kita masih diberi kesempatan untuk bisa terus beramal shalih dan beribadah kepada Allah tanpa mempersekutukannya agar kita bisa mendapatkan kenikmatan yang besar di akhirat nanti yaitu berjumpa dengan Allah sesuai firman-Nya : Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa." Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya."( QS. Al-Kahfi: 110). Dan semoga jiwa kita kembali kehadapan Allah dengan tenang, hati yang puas dan dirihoi-Nya sebagaimana firmannya : Hai jiwa yang tenang.Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku,masuklah ke dalam syurga-Ku.(QS Al Fajr.27-30)
![]() |
| Dajjal |
![]() |
| Tiberias |

Copyright ©
WATASHI WA IKHWAN DESU | Powered by Blogger
Design by Tomas Toman | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com