11 December 2015

KEPALA NEGARA DENGAN BAJU DUA BELAS TAMBALAN


Ketika menerima utusan dari negara-negara di jazirah Arab yang pernah ditaklukkan, Khalifah Umar bin Khatthab menyambutnya dengan mengenakan jubah satu-satunya yang lusuh dan banyak memiliki tambalan. Jumlah tambalan yang ada pada jubah tersebut ada dua belas.
Sebagai pengganti Khalifah Abu Bakar, mestinya Khalifah Umar mendapatkan gaji lebih banyak dari Abu Bakar. Sebab, wilayah kekhalifahan islam semakin luas, sehingga semakin banyak pula tugas dan kewajiban Khalifah Umar, rakyat pun semakin makmur. Tetapi ia meminta penerimaan gajinya sama dengan yang diterima Khalifah Abu Bakar pendahulunya.
Para sahabat iba dan prihatin atas sikap dan kesederhanaan Khalifah Umar. Beberapa kali mengusulkan agar Khalifah Umar mau menerima gaji sesuai tanggung jawabnya, namun usulan itu selalu ditolaknya.

"Kenapa kalian untuk menerima gaji yang melebihi dari kebutuhanku?"kata Khalifah Umar. "Ketahuilah, meskipun Rasulullah diampunkan dosanya yang telah lewat dan yang akan datang, namun beliau tetap memilih hidup melarat, tetapi tetap bersemangat dalam beribadah. Apalagi aku?"
Itulah Khalifah Umar bin Khatthab yang terkenal dengan kezuhudannya. Meski dia sebagai kepala negara atau Amirul Mu'minin, dia tak tergiur oleh gemerlapnya harta benda. Jangankan untuk korupsi, mengambil yang menjadi haknya sendiri saja ia enggan melakukannya.
Karena jubah yang selalu dikenakannya selalu itu saja, jubah yang lusuh dan penuh tambalan, para sahabat mengusulkan agar Khalifah Umar mau menggantinya dengan yang baru. Hal itu merupakan perimbangan para sahabat, demi menjaga kewibaan seorang Amirul Mu'minin.
Untuk itu, para sahabat bersepakat menunjuk Ali ibn Abi Thalib mewakili mereka agar menyampaikan usulan itu. Mengingat Ali adalah menantu Rasulullah.
"Aku tak berani menyampaikan usulan kalian,"kata Ali ibn Abi Thalib, ketika rencana itu disampaikan kepadanya. "Sebaiknya kalian menemui para istri Rasulullah. Mereka adalah Ummul Mu'minin, jadi lebih pantas untuk menyampaikannya."
Para sahabat itu kemudian menemui Aisyah dan Hafsah, dua istri Rasulullah yang tinggal serumah. Karena diminta Ummul Mu'minin itu datang menemui Khalifah Umar.
"Bolehkah aku menyampaikan sesuatu padamu, wahai Amirul Mu'minin?"kata Aisyah.
"silahkan,"jawab Khalifah Umar.
"Khalifah Umar, anda adalah seorang pemimpin negara. Anda mewarisi kekayaan Kaisar Romawi dan Persia. Pada saat anda menerima para utusan bangsa Arab, anda mengenakan jubah yang lusuh, bagaimana jika anda mengganti jubah yang anda kenakan dengan yang baru agar tampak anggun dan berwibawa sebagai Khalifah. Bukankah Allah telah melimpahkan harta yang berlebihan didepan anda?"
Belum sampai Aisyah menghabiskan ucapannya, tiba-tiba Khalifah Umar menangis.
"Demi Allah, aku bertanya kepadamu. Pernahkah Rasulullah merasa kenyang karena makan roti mewah selama berhari-hari dalam hidupnya?"tanya Khalifah Umar
"Tidak pernah,"jawab Aisyah.
"Pernahkah Rasulullah minta diberi hidangan makanan yang enak-enak dan pakaian yang bagus-bagus?"
"Belum pernah,"
"Wahai Istri Rasulullah, jika kalian tak pernah menyaksikan Rasulullah makan dan berpakaian serba mewah, lalu mengapa kalian berdua datang mengusulkan agar aku hidup mewah sepeninggal beliau?"

0 komentar:

Categories

al latif. Powered by Blogger.